Welcome
Sinonim-dan-antonim-definisi-contoh-kalimat-jenis

Sinonim dan antonim: definisi, contoh kalimat, jenis

Sinonim dan antonim: definisi, contoh kalimat, jenis

Definisi sinonim

Istilah sinonim digunakan karena tumpang tindih pada kata-kata sinonim tersebut cukup untuk menimbulkan kesamaan fungsi pada kata-kata sinonim tersebut. Kata jejaka dan duda dalam bahasa Indonesia memiliki banyak kesamaan sifatnya, kecuali dalam status perkawinan. Tumpang tindih yang tidak ekstensif tidak dimasukkan dalam sinonim karena perbedaan mendasar dalam kata-katanya.

Sinonim-dan-antonim-definisi-contoh-kalimat-jenis

Sebenarnya kedua kata tersebut memiliki kemiripan makna yaitu laki-laki berjenis kelamin laki-laki, namun kemiripan tersebut tidak pernah diabaikan oleh manusia. Perbedaan itulah yang menjadi fokus perhatian yang membedakan status perkawinan. Tidak ada sinonim mutlak atau sinonim simetris dalam kosakata bahasa Indonesia. Oleh karena itu, jarang ada kata-kata yang dapat dipertukarkan seperti itu.

Ketidakmungkinan menukar satu kata dengan kata lainnya disebabkan oleh beberapa hal:

Faktor waktu. Misalnya, kata Hulubalang identik dengan kata Panglima.
Faktor lokasi atau area. Misalnya kata saya dan beta.
Faktor sosial. Misalnya, saya berkata dan saya.
Bidang faktor aktivitas. Misalnya, kata tasawuf, tasawuf, dan tasawuf adalah tiga kata yang identik.
Faktor nuansa makna. Misalnya, kata see, look, dazzle, check, dan look adalah sinonim.

Menurut Bambang Yudi Cahyono (1995: 208), ada dua syarat yang dimaksudkan untuk menjadi sinonim, yaitu kesamaan hampir sempurna, dan sesuatu yang melampaui kesamaan dianggap tidak penting dan tidak banyak berpengaruh.

Pembagian sinonim menurut Palmer dalam T. Fatimah Djajasudarma (1999: 40) sebagai berikut:

Serangkaian sinonim yang anggotanya berasal dari bahasa daerah atau asing dan yang lainnya dalam bahasa yang sama. Misalnya, hitung dan sanggul, tempat tinggal dan tempat tinggal, cemas dan gelisah.
Serangkaian sinonim, yang penggunaannya bergantung pada bahasa dan adaptasi bahasanya. Misalnya perawan, anak perempuan, dan anak perempuan; mati, mati dan mati. Penggunaan idiom dan kosakata bahasa yang berbeda menyebabkan bentuk kalimat yang buruk. Misalnya, “Gadis yang tinggal di rumah besar itu meninggal kemarin”.
Perangkat sinonim yang berbeda memiliki makna emosional yang berbeda, tetapi makna kognitifnya sama. Misalnya negarawan dan politisi; aristokrat dan feodal.
Serangkaian sinonim yang penggunaannya dibatasi pada kata tertentu (pembatasan kolokasi). Misalnya telur busuk, nasi basi, mentega tengik, susu asam, apek, malas, basi, tengik, asam, dan baju basi memiliki arti yang sama yaitu jelek, tetapi tidak bisa saling menggantikan karena dibatasi oleh pasangan yang biasa.
Bahkan perangkat yang artinya terkadang tumpang tindih. Misalnya rempah-rempah dan rempah-rempah; Khawatir, takut dan curiga; nyata dan konkret.

Lihat juga: √Penyesuaian fisiologis adalah

Arti dari antonim

Kata antonim terdiri dari “anti” atau “ant” yang berarti “lawan” ditambah akar kata “onim” atau “onuma” yang berarti “nama”. Artinya, kata-kata yang mengandung makna yang berlawanan atau berlawanan dengan kata lain.

Contoh:

Kuat> <Lemah

Jauh> <Dekat
Antonim dan pengembangan kosa kata

Mempelajari antonim adalah cara efektif untuk meningkatkan keterampilan kosakata dan kosakata. Pada dasarnya siswa sekolah dasar kelas satu dan dua memahami konsep yang berlawanan, seperti:

Di atas> <Di bawah

Besar> <Kecil

Antonim juga dapat diurutkan dari yang mudah (seperti yang tercantum di atas) ke yang lebih sulit, seperti

Moral> <moral

Internal> <Eksternal

Sama seperti tidak ada dua sinonim yang benar-benar memiliki arti yang sama, sangat sedikit antonim yang merupakan kebalikan dari kata lain. Tetapi seperti halnya kita dapat mengelompokkan sinonim secara tepat sesuai dengan arti umumnya, kita juga dapat mengklasifikasikan istilah tertentu sebagai berlawanan atau hampir berlawanan dengan makna.

Karenanya kata pria harus diajarkan bersamaan dengan kata wanita, dan:

Ayah dengan ibu

paman dan bibi

Pada tingkat yang lebih tinggi dan lebih sulit, kami juga dapat mengajar:

Optimis dengan pesimis

Alfa dengan Omega

Menganalisis antonim dapat menjadi bagian dari analisis kata.

Antonim dibentuk dari prefiks:

Progresif – regresif

Pretes – kontribusi

Akhiran yang menunjukkan perbedaan atau konflik gender:

Reporter – reporter

Sastrawan – Sastrawati

Penggunaan antonim sebagai bagian dari analisis kata jelas melibatkan penggunaan rotasi dan revisi terus menerus, menghubungkan satu konsep dengan konsep lainnya dan juga mempertahankannya.

 

 

 

LIHAT JUGA:

https://mhs.blog.ui.ac.id/bernadette.olivia/gbwhatsapp/
https://blog.uad.ac.id/lestari1300012156/gb-whatsapp/
https://blogs.uajy.ac.id/teknopendidikan/download-gb-whatsapp/
http://41914110003.blog.mercubuana.ac.id/gb-whatsapp/
https://mhs.blog.ui.ac.id/bernadette.olivia/video-bokeh/
https://blogs.uajy.ac.id/teknopendidikan/bokeh/
https://silviayohana.student.telkomuniversity.ac.id/gbwhatsapp/
https://blog.ub.ac.id/petrusarjuna/gbwhatsapp/
https://silviayohana.student.telkomuniversity.ac.id/video-bokeh/