Welcome
HAM-Hak-Asasi-Manusia,-Fungsi-dan-Tujuan

HAM: Hak Asasi Manusia, Fungsi dan Tujuan

Definisi hak asasi manusia

Hak asasi manusia diartikan sebagai hak, hak asasi manusia dan hak asasi manusia. Hak adalah properti atau kepemilikan. Asasi sendiri memiliki makna yang mendasar. Jadi hak asasi manusia sangat fundamental dan juga hal yang utama dan harus menjadi milik setiap orang.

 

HAM-Hak-Asasi-Manusia,-Fungsi-dan-Tujuan

Sejarah hak asasi manusia

Pada awalnya masyarakat berpegang teguh pada hukum alam, di mana yang kuat pasti akan bertahan sehingga hak asasi manusia bisa semaunya ditindas. Munculnya ide HAM tidak lepas dari kontribusi pemikiran para ahli. Asal mula gagasan hak asasi manusia terletak pada teori hak kodrat (natural law theory). Kemudian ahli hukum Belanda bernama Grotius mengembangkan hukum ini. Menurut Grotius, seorang terpelajar, John Locke merenungkan hak-hak alamiah. Ide ini menyebabkan revolusi hak. Konsep hak asasi manusia yang diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa berasal dari sejarah pergolakan sosial di Eropa.

Pada 1215 Magna Charta lahir, yang menciptakan monarki terbatas. Dimana hukum berlaku tidak hanya untuk orang tapi juga untuk para pemimpin Inggris. Kemudian, pada tahun 1689, Bill of Right (Inggris) menekankan pada pembatasan kekuasaan kerajaan dan penghapusan hak raja untuk menjalankan kekuasaan atas siapapun tanpa dasar yang jelas. Deklarasi tentang hak-hak manusia dan warga negara yang dikeluarkan oleh Perancis pada tahun 1789, yang dianugerahkan oleh Tuhan hak-hak tersebut. Dimana ketentuan yang berkaitan dengan hak lebih rinci dalam peraturan perundang-undangan yang memperkenalkan prinsip kebebasan, persamaan dan persaudaraan.

Setelah Perang Dunia Kedua, babak baru terjadi dalam perkembangan hak asasi manusia di tingkat internasional. Saat itu Perserikatan Bangsa-Bangsa didirikan pada tahun 1945 (PBB) sebagai organisasi internasional yang memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan hak asasi manusia. Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia tanggal 10 Desember 1948. Pada tahun 1966 tercapai kesepakatan internasional yang didalamnya terdapat mekanisme untuk memantau dan melindungi hak asasi manusia. serta hak ekonomi, sosial dan budaya, semuanya dikenal sebagai hukum hak asasi manusia internasional.

Karakteristik Hak Asasi Manusia

Berikut ciri-ciri hak asasi manusia, yaitu:

  • Umum dan supralegal (terlepas dari keberadaan regulasi suatu negara).
  • Tidak harus diberikan untuk dibeli atau diwariskan, karena hak asasi manusia adalah bagian dari setiap manusia yang baru lahir
  • Tidak membedakan jenis kelamin, ras, agama, pandangan politik, asal sosial atau kebangsaan
  • Berlaku untuk semua orang
  • Tidak bisa dipatahkan

Berikut adalah tujuan hak asasi manusia, yaitu:

  • Melindungi orang dari kekerasan dan pelecehan
  • Mendorong kesadaran dan tindakan berbasis tanggung jawab untuk memastikan bahwa hak orang lain tidak dilanggar.
  • Kembangkan rasa saling menghormati di antara orang-orang.

Fungsi hak asasi manusia

Berikut ini adalah fungsi HAM, yaitu:

Fungsi utama dari hak asasi manusia adalah untuk menjamin atau melindungi hak untuk bertahan hidup, kebebasan dan kebebasan yang tidak dapat dipertanyakan oleh siapa pun.
Jenis-jenis HAM

Jenis hak asasi manusia berikut ini adalah:

  • Hak pribadi
  • Hak ekonomi (property rights)
  • Hak politik
  • Hak sosial dan budaya (sosial dan budaya)
  • Hak asasi manusia (hak kualitas hukum)
  • Hak atas proses peradilan dan perlindungan (hak prosedural)

Contoh pelanggaran hak asasi manusia

Pelanggaran HAM biasa (misalnya: pencemaran nama baik, pemukulan, penganiayaan).
Pelanggaran hak asasi manusia yang serius (misalnya: kejahatan terhadap kemanusiaan, genosida / pembunuhan massal).

Baca Juga: